<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Learning and sharing ...</title>
	<atom:link href="http://istanahati.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://istanahati.wordpress.com</link>
	<description>Write and teach our knowledge to others is the best way so that we not lost our knowledge. Useful sciences is one of rewards good deeds that will not be interrupted even if we die.</description>
	<lastBuildDate>Sun, 15 May 2011 08:46:29 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='istanahati.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Learning and sharing ...</title>
		<link>http://istanahati.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://istanahati.wordpress.com/osd.xml" title="Learning and sharing ..." />
	<atom:link rel='hub' href='http://istanahati.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Tujuan sebenarnya dari beberapa soal psikotes</title>
		<link>http://istanahati.wordpress.com/2010/07/07/tujuan-sebenarnya-dari-beberapa-soal-psikotes/</link>
		<comments>http://istanahati.wordpress.com/2010/07/07/tujuan-sebenarnya-dari-beberapa-soal-psikotes/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 07 Jul 2010 04:18:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>A.D. Laksana</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tip & Trik]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://istanahati.wordpress.com/?p=99</guid>
		<description><![CDATA[Bagi yang mungkin sudah pernah melamar pekerjaan dan mengikuti psikotes mungkin tidak asing lagi dengan beberapa soal yang ada dibawah ini. Tetapi tahukah Anda, apa sih tujuan sebenarnya dari soal-soal yang diujikan kepada pelamar pekerjaan tersebut. Tentunya pihak perusahaan yang akan merekrut karyawan ingin mengetahui kualitas psikologis calon karyawannya. Psikologis dalam hal apa saja, mari [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=istanahati.wordpress.com&amp;blog=650094&amp;post=99&amp;subd=istanahati&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Bagi yang mungkin sudah pernah melamar pekerjaan dan mengikuti psikotes mungkin tidak asing lagi dengan beberapa soal yang ada dibawah ini. Tetapi tahukah Anda, apa sih tujuan sebenarnya dari soal-soal yang diujikan kepada pelamar pekerjaan tersebut. Tentunya pihak perusahaan yang akan merekrut karyawan ingin mengetahui kualitas psikologis calon karyawannya. Psikologis dalam hal apa saja, mari kita bahas.</p>
<p>1. Jenis tes : <strong>Menghitung deret angka</strong><br />
    Tujuan   : Mengetahui kestabilan terhadap tekanan &amp; daya pikir.<br />
    Penyikapan / Cara menghadapinya : Tenang, kerjakan dengan baik, tidak usah terpaku  pada banyaknya, usahakan grafiknya lurus/stabil dari deret 1 s/d dst.</p>
<p>2. Jenis tes : <strong>Membuat gambar dari titik</strong><br />
    Tujuan   : Mengetahui kekuatan imajinasi peserta tes<br />
    Penyikapan / Cara menghadapinya : Tenang, gambar imajinasi harus berupa gambar benda tak hidup.</p>
<p>3. Jenis tes : <strong>Memutar gambar / melihat gambar yang terdiri dari bermacam bentuk</strong><br />
    Tujuan   : Mengetahui kemampuan menyelesaikan masalah dari berbagai sudut pandang<br />
    Penyikapan / Cara menghadapinya : Tenang, jangan terfokus dengan bentuk, lihat dari jauh/sisi lain</p>
<p>4. Jenis tes : <strong>Menjawab pertanyaan yang jumlahnya banyak dan berulang-ulang</strong><br />
    Tujuan   : Melihat kejujuran<br />
    Penyikapan / Cara menghadapinya : Tenang, jawab sejujurnya, jangan mereka-reka jawaban yang bagus/ideal karena bias terjebak, jawab apa adanya</p>
<p>5. Jenis tes : <strong>Menggambar pohon/menggambar bebas</strong><br />
    Tujuan   : Mengetahui ketelitian yang menyeluruh<br />
    Penyikapan / Cara menghadapinya : Tenang, buat gambar yang lengkap bagian-bagiannya. Misal: pohon , berarti harus ada akar, batang, ranting, daun, bunga, buah.</p>
<p>6. Jenis tes : <strong>Menceritakan jobdes pekerjaan sebelumnya (bagi yang sudah pernah kerja)</strong><br />
    Tujuan   : Mengetahui sejauh mana peserta mampu menjelaskan kepada orang lain dari hal yang belum diketahui hingga bener-bener tahu/mengerti<br />
    Penyikapan / Cara menghadapinya : Tenang, buat cerita yang detil, berurutan alurnya sehingga mudah dimengerti orang yang membacanya</p>
<p><strong>Tambahan :</strong><br />
<strong>Pertanyaan personal :</strong><br />
-Pengetahuan umum/awal tetang perusahaan<br />
-Motivasi bekerja di perusahaan tersebut, alasan pindah dari tempat kerja sebelumnya<br />
-Kelebihan dan kekurangan diri<br />
-Tentang gaji yang diinginkan</p>
<p>Cara Menyikapinya :<br />
-Jawab secara umum tapi jelas dan tepat<br />
-Jawab dengan pertimbangan : ingin kesejahteraan yang lebih baik, meningkatkan pengetahuan dan pengalaman berinteraksi dengan banyak orang<br />
-Jawab sikap personal diri yang menonjol, misal rajin, tekun, ulet, bias bekerja sama, dll<br />
-Jawab aja yang sesuai standard perusahan dan starandard pasar dengan pertimbangan biaya hidup sehari-hari.</p>
<p>Tulisan ini merupakan hasil ngobrol dengan senior saya saat saya ke Jakarta.</p>
<p>Semoga bermanfaat.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/istanahati.wordpress.com/99/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/istanahati.wordpress.com/99/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/istanahati.wordpress.com/99/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/istanahati.wordpress.com/99/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/istanahati.wordpress.com/99/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/istanahati.wordpress.com/99/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/istanahati.wordpress.com/99/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/istanahati.wordpress.com/99/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/istanahati.wordpress.com/99/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/istanahati.wordpress.com/99/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/istanahati.wordpress.com/99/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/istanahati.wordpress.com/99/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/istanahati.wordpress.com/99/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/istanahati.wordpress.com/99/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=istanahati.wordpress.com&amp;blog=650094&amp;post=99&amp;subd=istanahati&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://istanahati.wordpress.com/2010/07/07/tujuan-sebenarnya-dari-beberapa-soal-psikotes/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/d6e7bf7be95b4e8bd22430594add117e?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">andhik</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Hubungan Tidur dan Kecerdasan</title>
		<link>http://istanahati.wordpress.com/2010/07/04/hubungan-tidur-dan-kecerdasan/</link>
		<comments>http://istanahati.wordpress.com/2010/07/04/hubungan-tidur-dan-kecerdasan/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 04 Jul 2010 15:06:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>A.D. Laksana</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kesehatan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://istanahati.wordpress.com/?p=88</guid>
		<description><![CDATA[Pernahkah Anda mengalami pada saat bangun tidur badan malah sakit atau terasa pusing di kepala? Mungkin sebagian dari kita sering mengalaminya. Karena seringnya saya mengalami hal tersebut maka iseng-iseng saya searching di internet untuk mencari tahu kenapa bisa begitu. Akhirnya saya menemukan satu artikel yang mungkin berguna bila saya sharing di blog saya. Artikel tersebut [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=istanahati.wordpress.com&amp;blog=650094&amp;post=88&amp;subd=istanahati&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Pernahkah Anda mengalami pada saat bangun tidur badan malah sakit atau terasa pusing di kepala? Mungkin sebagian dari kita sering mengalaminya. Karena seringnya saya mengalami hal tersebut maka iseng-iseng saya searching di internet untuk mencari tahu kenapa bisa begitu. Akhirnya saya menemukan satu artikel yang mungkin berguna bila saya sharing di blog saya. Artikel tersebut tentang tidur. </p>
<p>Ada apa dibalik tidur dan sudah benarkah cara kita tidur? Tidur, manusia normal yang berada di atas bumi pasti melakukan aktifitas ini, meskipun cuma 1 jam tiap hari. Jaman dahulu kala orang tidur memakai bantal kayu atau batu atau bahkan tidak memakai bantal. Sekarang aja enak, orang tidur pakai yang empuk-empuk.</p>
<p>Kebiasaan tidur dengan bantal kayu atau batu, menyebabkan orang-orang dahulu bisa bangun dengan segar bugar, karena tubuh mereka bisa beristirahat total saat tidur. berbeda dengan mereka yang tidur di atas kasur empuk, tubuh mereka tidak bisa istirahat dengan total, karena saling menekan dengan alas tidurnya.</p>
<p>Posisi tidur yang benar adalah tubuh miring ke kanan dengan kaki bagian atas di tekuk, dan tangan kiri sebagai bantal. Tidur dengan posisi ini akan mengalirkan darah ke otak dengan sempurna, karena posisi kepala lebih rendah dari jantung.</p>
<p>Posisi tidur yang membuat bodoh adalah : terlentang, tengkurap, dan kaki mengangkang. Posisi ini diibaratkan sebagai cara tidurnya binatang, karena aliran darah tidak lancar, perut dan dada tertekan, juga aliran darah ke otak juga terhambat.</p>
<p>Saat tidur yang baik adalah jam 20.00 WIB &#8211; 01.00 Pagi. Selanjutnya 01.00-04.00 digunakan untuk belajar, pukul 04.00 &#8211; 06.00 untuk olahraga, dan seterusnya&#8230;</p>
<p>Saat tidur yang tidak baik adalah pukul 06.30 WIB setelah matahari terbit, pada tengah hari pukul 11.30 &#8211; 12.00 WIB dan pukul 17.30 WIB saat matahari tenggelam. Tidur pada saat tersebut akan mengakibatkan seseorang linglung dan separuh kesadarannya hilang, diakibatkan oleh keseimbangan alam yang pada waktu-waktu tersebut harus berada pada kondisi sadar.</p>
<p>Tidur yang baik berada dalam keadaan atau ruang yang gelap, terhindar dari cahaya yang menyengat dan silau. Rangsang cahaya yang terlalu banyak, menyebabkan otak tidak optimal dalam melakukan defragmentasi data-data yang terekam sebelum tidur, hal ini akan berdampak kepada daya ingat pada jangka waktu yang lama.</p>
<p>Jadi kalo masih ada yang salah dengan tidur Anda, sekaranglah saatnya memperbaiki tidur kita. Kualitas tidur yang baik akan sangat menunjang kita menjalani kesibukan dan rutinitas sehari-hari.</p>
<p>sumber : <em>http://tips-aja.blogspot.com</em></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/istanahati.wordpress.com/88/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/istanahati.wordpress.com/88/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/istanahati.wordpress.com/88/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/istanahati.wordpress.com/88/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/istanahati.wordpress.com/88/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/istanahati.wordpress.com/88/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/istanahati.wordpress.com/88/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/istanahati.wordpress.com/88/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/istanahati.wordpress.com/88/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/istanahati.wordpress.com/88/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/istanahati.wordpress.com/88/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/istanahati.wordpress.com/88/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/istanahati.wordpress.com/88/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/istanahati.wordpress.com/88/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=istanahati.wordpress.com&amp;blog=650094&amp;post=88&amp;subd=istanahati&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://istanahati.wordpress.com/2010/07/04/hubungan-tidur-dan-kecerdasan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/d6e7bf7be95b4e8bd22430594add117e?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">andhik</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Bagaimana menjawabnya?</title>
		<link>http://istanahati.wordpress.com/2010/05/22/bagaimana-menjawabnya/</link>
		<comments>http://istanahati.wordpress.com/2010/05/22/bagaimana-menjawabnya/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 22 May 2010 12:04:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>A.D. Laksana</dc:creator>
				<category><![CDATA[Renungan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://istanahati.wordpress.com/?p=45</guid>
		<description><![CDATA[Ketika kita ditanyakan beberapa pertanyaan dibawah ini, mungkin kita akan terdiam membisu seribu bahasa dan sulit sekali menjawabnya. Tulisan ini saya kumpulkan dari teman-teman saya disebuah forum. 1. Berapa peluh yang keluar saat ayah berkerja hanya karena ingin melihat kamu berprestasi? 2. Ibu bisa merasakan saat kamu sakit, tetapi apa kamu bisa merasakan saat beliau [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=istanahati.wordpress.com&amp;blog=650094&amp;post=45&amp;subd=istanahati&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Ketika kita ditanyakan beberapa pertanyaan dibawah ini, mungkin kita akan terdiam membisu seribu bahasa dan sulit sekali menjawabnya. Tulisan ini saya kumpulkan dari teman-teman saya disebuah forum.</p>
<p>1. Berapa peluh yang keluar saat ayah berkerja hanya karena ingin melihat kamu berprestasi?<br />
2. Ibu bisa merasakan saat kamu sakit, tetapi apa kamu bisa merasakan saat beliau sakit?<br />
3. Betapa bahagianya ayah dan ibu saat kamu berhasil, tapi apa dalam benak kamu terfikir untuk membalas kebaikanya, membalas semua yang telah mereka berikan kepadamu?<br />
4. Ibu memberi perhatian 1 hari tapi kamu bilang bawel, kamu memberi perhatian 1 detik kepada beliau yang dirasakannya adalah sejuta kebahagiaan.<br />
5. Kamu hanya tahu surga di telapak kaki ibu, tapi apa kamu pernah berusaha menggapainya?<br />
6. Apa kamu pernah tau apa makna dibalik senyuman ayah saat kamu membuatnya kecewa?<br />
7. Sudah berapa tetes air mata yang ibu keluarkan cuma karena kebandelan dan kebodohanmu?<br />
8. Apakah kamu pernah mendengar ibu minta imbalan kepadamu?<br />
9. Tahukah kamu bahwa 1 sifat burukmu menjadi sejuta kesedihan bagi ayah dan ibu?<br />
10. Apa kamu tahu sudah berapa banyak doa yang ibu panjatkan hanya untuk kamu?<br />
11. Pernahkah kamu memikirkan sedikit saja perasaan ibu saat kamu tak lagi bersamanya?<br />
12. Pernahkah kamu bisa mengenal lebih dalam orangtuamu sebagaimana mereka mengenalmu?<br />
13. Pernakah kamu meminta maaf saat kamu berbuat salah kepada ayah dan ibumu?<br />
14. Apa yg akan kamu ucapkan kepada ayah dan ibumu jika kamu tahu kalo besok kamu akan meninggal?<br />
15. Apa kamu sudah membuat orangtuamu bangga?</p>
<p>PERTANYAAN INI CUMA BISA DIJAWAB OLEH HATI KITA TAPI APA BENAR JAWABAN DARI HATI KITA YANG TERUCAP?</p>
<p>Mungkin pertanyaan ini cuma bisa di jawab dengan bakti kita kepada kedua orang tua kita. Manfaatkan waktu sebaik mungkin bila masih ada mereka. Kalo mereka sudah tiada kita juga bisa berbakti dengan mengirimkan doa untuk mereka, besedekah atas nama mereka.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/istanahati.wordpress.com/45/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/istanahati.wordpress.com/45/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/istanahati.wordpress.com/45/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/istanahati.wordpress.com/45/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/istanahati.wordpress.com/45/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/istanahati.wordpress.com/45/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/istanahati.wordpress.com/45/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/istanahati.wordpress.com/45/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/istanahati.wordpress.com/45/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/istanahati.wordpress.com/45/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/istanahati.wordpress.com/45/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/istanahati.wordpress.com/45/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/istanahati.wordpress.com/45/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/istanahati.wordpress.com/45/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=istanahati.wordpress.com&amp;blog=650094&amp;post=45&amp;subd=istanahati&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://istanahati.wordpress.com/2010/05/22/bagaimana-menjawabnya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/d6e7bf7be95b4e8bd22430594add117e?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">andhik</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Aku Tak Selalu Mendapatkan Apa yang Aku Sukai, oleh karena itu Aku Selalu Menyukai Apapun yang Aku Dapatkan</title>
		<link>http://istanahati.wordpress.com/2007/08/08/aku-tak-selalu-mendapatkan-apa-yang-aku-sukai-oleh-karena-itu-aku-selalu-menyukai-apapun-yang-aku-dapatkan/</link>
		<comments>http://istanahati.wordpress.com/2007/08/08/aku-tak-selalu-mendapatkan-apa-yang-aku-sukai-oleh-karena-itu-aku-selalu-menyukai-apapun-yang-aku-dapatkan/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 08 Aug 2007 08:55:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>A.D. Laksana</dc:creator>
				<category><![CDATA[Taushiyah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://istanahati.wordpress.com/2007/08/08/aku-tak-selalu-mendapatkan-apa-yang-aku-sukai-oleh-karena-itu-aku-selalu-menyukai-apapun-yang-aku-dapatkan/</guid>
		<description><![CDATA[Kata-kata di atas merupakan wujud syukur. Syukur merupakan kualitas hati yang terpenting. Dengan bersyukur kita akan senantiasa diliputi rasa damai, tentram dan bahagia. Sebaliknya, perasaan tak bersyukur akan senantiasa membebani kita. Kita akan selalu merasa kurang dan tak bahagia. Kita sering memfokuskan diri pada apa yang kita inginkan, bukan pada apa yang kita miliki. Katakanlah [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=istanahati.wordpress.com&amp;blog=650094&amp;post=26&amp;subd=istanahati&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Kata-kata di atas merupakan wujud syukur. Syukur merupakan kualitas hati yang terpenting. Dengan bersyukur kita akan senantiasa diliputi rasa damai, tentram dan bahagia. Sebaliknya, perasaan tak bersyukur akan senantiasa membebani kita. Kita akan selalu merasa kurang dan tak bahagia.</p>
<p>Kita sering memfokuskan diri pada apa yang kita inginkan, bukan pada apa yang kita miliki.<br />
Katakanlah anda telah memiliki sebuah rumah, kendaraan, pekerjaan tetap, dan pasangan yang terbaik. Tapi anda masih merasa kurang. Pikiran anda dipenuhi berbagai target dan keinginan. Anda begitu terobsesi oleh rumah yang besar dan indah, mobil mewah, serta pekerjaan yang mendatangkan lebih banyak uang.</p>
<p>Kita ingin ini dan itu. Bila tak mendapatkannya kita terus memikirkannya. Tapi anehnya, walaupun sudah mendapatkannya, kita hanya menikmati kesenangan sesaat. Kita tetap tak puas, kita ingin yang lebih lagi.</p>
<p>Jadi, betapapun banyaknya harta yang kita miliki, kita tak pernah menjadi &#8220;KAYA&#8221; dalam arti yang sesungguhnya.</p>
<p>Mari kita luruskan pengertian kita mengenai orang kaya. Orang yang kaya bukanlah orang yang memiliki banyak hal tetapi orang yang dapat menikmati apapun yang mereka miliki. Tentunya boleh-boleh saja kita memiliki keinginan, tapi kita perlu menyadari bahwa inilah akar perasaan tak tenteram. Kita dapat mengubah perasaan ini dengan berfokus pada apa yang sudah kita miliki.</p>
<p>Cobalah lihat keadaan di sekeliling Anda, pikirkan yang Anda miliki, dan syukurilah. Anda akan merasakan nikmatnya hidup. Pusatkanlah perhatian Anda pada sifat-sifat baik atasan dan orang-orang di sekitar Anda.<br />
Mereka akan menjadi lebih menyenangkan</p>
<p>Seorang pengarang pernah mengatakan,</p>
<p>&#8221;Menikahlah dengan orang yang Anda cintai, setelah itu cintailah orang yang Anda nikahi.&#8221;<br />
Ini perwujudan rasa syukur.</p>
<p>Ada cerita menarik mengenai seorang kakek yang mengeluh karena tak dapat membeli sepatu, padahal sepatunya sudah lama rusak. Suatu sore ia melihat seseorang yang tak mempunyai kaki, tapi tetap ceria. Saat itu juga si kakek berhenti mengeluh dan mulai bersyukur.</p>
<p>Hal kedua yang sering membuat kita tak bersyukur adalah kecenderungan membanding-bandingk an diri kita dengan orang lain. Kita merasa orang lain lebih beruntung. Kemanapun kita pergi, selalu ada orang yang lebih pandai, lebih tampan, lebih cantik, lebih percaya diri, dan lebih kaya dari kita.</p>
<p>Saya ingat, pertama kali bekerja saya senantiasa membandingkan penghasilan saya dengan rekan-rekan semasa kuliah. Perasaan ini membuat saya resah dan gelisah. Sebagai mantan mahasiswa teladan di kampus, saya merasa gelisah setiap mengetahui ada kawan satu angkatan yang memperoleh penghasilan di atas saya.</p>
<p>Nyatanya, selalu saja ada kawan yang penghasilannya melebihi saya. Saya menjadi gemar gonta-ganti pekerjaan, hanya untuk mengimbangi rekan-rekan saya.</p>
<p>Saya bahkan tak peduli dengan jenis pekerjaannya, yang penting gajinya lebih besar. Sampai akhirnya saya sadar bahwa hal ini tak akan pernah ada habisnya. Saya berubah dan mulai mensyukuri apa yang saya dapatkan.<br />
Kini saya sangat menikmati pekerjaan saya.</p>
<p>Rumput tetangga memang sering kelihatan lebih hijau dari rumput di pekarangan sendiri.</p>
<p>Ada cerita menarik mengenai dua pasien rumah sakit jiwa.</p>
<p>Pasien pertama sedang duduk termenung sambil menggumam, &#8221;Lulu, Lulu.&#8221;</p>
<p>Seorang pengunjung yang keheranan menanyakan masalah yang dihadapi orang ini. Si dokter menjawab, &#8221;Orang ini jadi gila setelah cintanya ditolak oleh Lulu.&#8221;</p>
<p>Si pengunjung manggut-manggut, tapi begitu lewat sel lain ia terkejut melihat penghuni lain itu terus menerus memukulkan kepalanya di tembok dan berteriak, &#8221;Lulu, Lulu&#8221;. &#8221;</p>
<p>Orang ini juga punya masalah dengan Lulu? &#8221; tanyanya keheranan.</p>
<p>Dokter kemudian menjawab, &#8221; Ya, dialah yang akhirnya menikah dengan Lulu.&#8221;</p>
<p>Hidup akan lebih bahagia kalau kita dapat menikmati apa yang kita miliki. Karena itu bersyukur merupakan kualitas hati yang tertinggi.</p>
<p>Saya ingin mengakhiri tulisan ini dengan cerita mengenai seorang ibu yang sedang terapung di laut karena kapalnya karam, namun tetap berbahagia. Ketika ditanya kenapa demikian, ia menjawab,</p>
<p>&#8221;Saya mempunyai dua anak laki-laki. Yang pertama sudah meninggal, yang kedua hidup ditanah seberang. Kalau berhasil selamat, saya sangat bahagia karena dapat berjumpa dengan anak kedua saya. Tetapi kalaupun mati tenggelam, saya juga akan berbahagia karena saya akan berjumpa dengan anak pertama saya di surga.&#8221;</p>
<p>Bersyukurlah !</p>
<p>Bersyukurlah bahwa kamu belum siap memiliki segala sesuatu yang kamu inginkan. Seandainya sudah, apalagi yang harus diinginkan?</p>
<p>Bersyukurlah apabila kamu tidak tahu sesuatu. Karena itu memberimu kesempatan untuk belajar.</p>
<p>Bersyukurlah untuk masa-masa sulit. Di masa itulah kamu tumbuh&#8230;</p>
<p>Bersyukurlah untuk keterbatasanmu. Karena itu memberimu kesempatan untuk berkembang.</p>
<p>Bersyukurlah untuk setiap tantangan baru. Karena itu akan membangun kekuatan dan karaktermu.</p>
<p>Bersyukurlah untuk kesalahan yang kamu buat. Itu akan mengajarkan pelajaran yang berharga.</p>
<p>Bersyukurlah bila kamu lelah dan letih. Karena itu kamu telah membuat suatu perbedaan.</p>
<p>Mungkin mudah untuk kita bersyukur akan hal-hal baik&#8230;</p>
<p>Hidup yang berkelimpahan datang pada mereka yang juga bersyukur akan masa surut&#8230;</p>
<p>Rasa syukur dapat mengubah hal yang negatif menjadi positif &#8230;</p>
<p>Temukan cara bersyukur akan masalah-masalahmu dan semua itu akan menjadi berkah bagimu &#8230;</p>
<p>(Oleh : Ning Sriwiratri)</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/istanahati.wordpress.com/26/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/istanahati.wordpress.com/26/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/istanahati.wordpress.com/26/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/istanahati.wordpress.com/26/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/istanahati.wordpress.com/26/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/istanahati.wordpress.com/26/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/istanahati.wordpress.com/26/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/istanahati.wordpress.com/26/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/istanahati.wordpress.com/26/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/istanahati.wordpress.com/26/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/istanahati.wordpress.com/26/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/istanahati.wordpress.com/26/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/istanahati.wordpress.com/26/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/istanahati.wordpress.com/26/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/istanahati.wordpress.com/26/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/istanahati.wordpress.com/26/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=istanahati.wordpress.com&amp;blog=650094&amp;post=26&amp;subd=istanahati&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://istanahati.wordpress.com/2007/08/08/aku-tak-selalu-mendapatkan-apa-yang-aku-sukai-oleh-karena-itu-aku-selalu-menyukai-apapun-yang-aku-dapatkan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/d6e7bf7be95b4e8bd22430594add117e?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">andhik</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Antara Nikah dan Kuliah</title>
		<link>http://istanahati.wordpress.com/2007/08/05/antara-nikah-dan-kuliah/</link>
		<comments>http://istanahati.wordpress.com/2007/08/05/antara-nikah-dan-kuliah/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 05 Aug 2007 15:25:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>A.D. Laksana</dc:creator>
				<category><![CDATA[Taushiyah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://istanahati.wordpress.com/2007/08/05/antara-nikah-dan-kuliah/</guid>
		<description><![CDATA[Menikah memang dianjurkan dalam Islam terutama mereka yang masih muda usia. Rasulullah SAW bersabda, &#8220;Wahai para pemuda, siapa diantar kalian yang telah mampu, maka menikahlah.&#8221; Namun bila belum mampu baik secara finansial maupun juga dari segi-segi yang lain, maka menikah bukan merupakan solusi yang terbaik. Karena harus menambah beban kehidupan yang lebih banyak. Karena pernikahan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=istanahati.wordpress.com&amp;blog=650094&amp;post=25&amp;subd=istanahati&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Menikah memang dianjurkan dalam Islam terutama mereka yang masih muda usia. Rasulullah SAW bersabda, &#8220;Wahai para pemuda, siapa diantar kalian yang telah mampu, maka menikahlah.&#8221;</p>
<p>Namun bila belum mampu baik secara finansial maupun juga dari segi-segi yang lain, maka menikah bukan merupakan solusi yang terbaik. Karena harus menambah beban kehidupan yang lebih banyak. Karena pernikahan itu tidak lain adalah tanggung-jawab.</p>
<p>Karena itu sikap tawazun adalah lebih utama. Memang banyak sekali orang yang menganjurkan menikah dini dengan disertai dengan beragam dalil serta contoh. Untuk beberapa kasus dan kondisi, bisa saja menjadi solusi tepat, tetapi bukan berarti menikah dini menjadi satu-satunya solusi tetap. Bahkan bila salah perhitungan, bukan solusi yang didapat melainkan masalah baru. Karena itu Rasulullah SAW pun menganjurkan para pemuda untuk menikah dengan terlebih menyebutkan bila sudah mampu dan siap. Hadits itupun juga menjelaskan bagaiman bila belum siap, yaitu disunnahkan untuk berpuasa.</p>
<p>Artinya, menikah muda memang sebuah solusi pada suatu kasus tapi bukan berarti berlaku pada semua kasus. Ada kondisi tertentu dimana seseorang memang belum siap untuk pernikahan, karena itu ada solusi lain yang ditawarkan dalam hadits itu.</p>
<p>Jadi pertimbangkan masak-masak dan minta juga penilaian orang-orang yang telah menikah, pikirkan susah dan senangnya, terutama juga restu dari orang tua yang tentunya punya sekian banyak harapan. Bila ternyata semua memberi lampu hijau dan kita yakin dengan kemampuan kita, maka bismillah, segera menikah.</p>
<p>Sebaliknya, bila tentangan dan tantangannya jauh lebih banyak, maka berpikir dua tiga kali lebih bijaksana ketimbang sekedar memaksakan kehendak.</p>
<p>Sumber :<strong> www.syariahonline.com</strong></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/istanahati.wordpress.com/25/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/istanahati.wordpress.com/25/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/istanahati.wordpress.com/25/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/istanahati.wordpress.com/25/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/istanahati.wordpress.com/25/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/istanahati.wordpress.com/25/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/istanahati.wordpress.com/25/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/istanahati.wordpress.com/25/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/istanahati.wordpress.com/25/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/istanahati.wordpress.com/25/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/istanahati.wordpress.com/25/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/istanahati.wordpress.com/25/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/istanahati.wordpress.com/25/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/istanahati.wordpress.com/25/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/istanahati.wordpress.com/25/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/istanahati.wordpress.com/25/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=istanahati.wordpress.com&amp;blog=650094&amp;post=25&amp;subd=istanahati&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://istanahati.wordpress.com/2007/08/05/antara-nikah-dan-kuliah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/d6e7bf7be95b4e8bd22430594add117e?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">andhik</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Buah dari Kejujuran</title>
		<link>http://istanahati.wordpress.com/2007/08/05/buah-dari-kejujuran/</link>
		<comments>http://istanahati.wordpress.com/2007/08/05/buah-dari-kejujuran/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 05 Aug 2007 15:13:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>A.D. Laksana</dc:creator>
				<category><![CDATA[Hikmah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://istanahati.wordpress.com/2007/08/05/buah-dari-kejujuran/</guid>
		<description><![CDATA[Pada suatu malam (menjelang dini hari), khalifah Umar bin Khattab r.a. disertai pengawalnya melakukan inspeksi ke pinggiran kota. Beliau mendengar percakapan dua orang wanita, ibu dan anak gadisnya. Ibu : ”Campur saja susunya dengan air (agar kelihatan banyak)” Anak : ”Bagaimana saya harus melakukannya sedang amirul mukminin (khalifah Umar) telah mengeluarkan pernyataan yang melarangnya?” Ibu [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=istanahati.wordpress.com&amp;blog=650094&amp;post=24&amp;subd=istanahati&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Pada suatu malam (menjelang dini hari), khalifah Umar bin Khattab r.a. disertai pengawalnya melakukan inspeksi ke pinggiran kota. Beliau mendengar percakapan dua orang wanita, ibu dan anak gadisnya.</p>
<p>Ibu : ”Campur saja susunya dengan air (agar kelihatan banyak)”</p>
<p>Anak : ”Bagaimana saya harus melakukannya sedang amirul mukminin (khalifah Umar) telah mengeluarkan pernyataan yang melarangnya?”</p>
<p>Ibu : ”Khalifah Umar toh tidak mengetahuinya.”</p>
<p>Anak : ”Kalau khalifah Umar tidak mengetahuinya, maka pasti Allah mengetahuinya.”</p>
<p>Percakapan antara keduanya berkesan sekali di hati Umar r.a. Keesokan harinya ia menyuruh pengawalnya menyelidiki kedua wanita itu. Setelah diketahui bahwa putri itu seorang gadis, lalu, Umar memanggil putranya, ’Aashim dan menawarkan gadis itu untuk dinikahinya, dan disuruhnya putranya itu untuk melihat langsung paras wajahnya, seraya berpesan kepadanya, ”Pergilah wahai anakku. Lihatlah gadis itu, nikahilah dia, dan aku berharap dia akan melahirkan seorang pahlawan yang mampu memimpin bangsa Arab.”</p>
<p>Pernikahan pun berlangsung, dan dari mereka lahir seorang perempuan yang dinikahi oleh Abdul Aziz bin Marwan. Kemudian dari pernikahan itu lahirlah <strong>Umar bin Abdul Aziz</strong>, khalifah kelima yang sangat adil.</p>
<p>Tepat sekali ramalan Khalifah Umar bin Khattab r.a. Sifat amanat dan kejujuran menjadi penghubung antara Khalifah Umar bin Khattab dan Umar bin Abdul Aziz.</p>
<p>Sumber : Buku ”Hikmah dalam Humor, Kisah dan Pepatah Jilid 1-6”, A. Azim Salim Basyarahil”</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/istanahati.wordpress.com/24/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/istanahati.wordpress.com/24/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/istanahati.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/istanahati.wordpress.com/24/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/istanahati.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/istanahati.wordpress.com/24/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/istanahati.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/istanahati.wordpress.com/24/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/istanahati.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/istanahati.wordpress.com/24/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/istanahati.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/istanahati.wordpress.com/24/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/istanahati.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/istanahati.wordpress.com/24/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/istanahati.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/istanahati.wordpress.com/24/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=istanahati.wordpress.com&amp;blog=650094&amp;post=24&amp;subd=istanahati&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://istanahati.wordpress.com/2007/08/05/buah-dari-kejujuran/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/d6e7bf7be95b4e8bd22430594add117e?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">andhik</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Perencanaan Karir Aktivis Dakwah</title>
		<link>http://istanahati.wordpress.com/2007/08/05/perencanaan-karir-aktivis-dakwah/</link>
		<comments>http://istanahati.wordpress.com/2007/08/05/perencanaan-karir-aktivis-dakwah/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 05 Aug 2007 14:58:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>A.D. Laksana</dc:creator>
				<category><![CDATA[Inspirasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://istanahati.wordpress.com/2007/08/05/perencanaan-karir-aktivis-dakwah/</guid>
		<description><![CDATA[Pembicaraan mengenai karir belum banyak terungkap di kalangan aktivis dakwah. Buktinya? Tanyakanlah kepada 10 orang yang anda kenal sebagai aktivis dakwah (sekolah ataupun kampus) mengenai apa yang akan mereka lakukan setelah menyelesaikan studinya? Lebih kongkrit lagi, apa sih pekerjaan yang akan mereka tekuni untuk mendapatkan penghasilan? Saya yakin, paling tidak saya pernah bertanya kepada lebih [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=istanahati.wordpress.com&amp;blog=650094&amp;post=23&amp;subd=istanahati&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Pembicaraan mengenai karir belum banyak terungkap di kalangan aktivis dakwah. Buktinya? Tanyakanlah kepada 10 orang yang anda kenal sebagai aktivis dakwah (sekolah ataupun kampus) mengenai apa yang akan mereka lakukan setelah menyelesaikan studinya? Lebih kongkrit lagi, apa sih pekerjaan yang akan mereka tekuni untuk mendapatkan penghasilan? Saya yakin, paling tidak saya pernah bertanya kepada lebih dari 10 orang aktivis kampus, dari sepuluh orang itu yang bisa menjawab secara meyakinkan paling banyak hanya satu orang. Yah, satu orang!</p>
<p>Banyak hal yang bisa diungkapkan untuk menjelaskan fenomena ini. Satu diantaranya adalah, ketidakjelasan orientasi masa depan, terutama yang berkaitan dengan sumber penghasilan kita, ya karir itu. Padahal, kalau kita mengetahui peran dan fungsi karir dalam aktivitas sebagai da’i, optimalisasi dan efektivitas kita sebagai da’i akan sangat terbantu bila kita memahaminya.</p>
<p>Perencanaan karir, sama halnya dengan perencanaan yang lain, akan memberikan arah/orientasi terhadap apa yang akan kita lakukan di masa depan terkait dengan apa yang akan kita lakukan sebagai sumber penghasilan kita. Perencanaan karir memungkinkan bagi kita untuk mengambil langkah-langkah strategis dan taktis dalam aktivitas keseharian kita, sehingga kita lebih terfokus untuk menuju hal yang memang kita ingin lakukan, tidak hanya sekedar mengikuti arus dan tren yang berkembang saja.</p>
<p>Perencanaan karir akan membuat berusaha untuk mengelaborasi lebih jauh mengenai diri kita, terutama mengenai kelebihan-kelebihan kita, hal-hal yang kita sukai dan nilai-nilai yang kita yakini dalam diri kita atau bahkan kekurangan diri dan hal-hal yang tidak bisa kita lakukan.</p>
<p>Sangat mungkin terjadi pada kita, bila tidak memiliki perencanaan karir yang matang, tidak akan pernah memiliki orientasi yang jelas terhadap apa yang akan menjadi sumber penghasilan kehiduoan kita. Pikiran, tenaga dan aktivitas kita pun tidak akan terfokus pada hal yang benar-benar kita inginkan, melainkan lebih kepada apa yang sedang menjadi tren.</p>
<p>Contoh sederhana misalnya, kalau sejak awal kita telah memutuskan untuk berkarir dalam pengembangan penjualan/penerbitan buku dan majalah, kita tidak perlu sibuk membeli koran untuk mencari lowongan pekerjaan atau tanya sana-sini mengenai pekerjaan ”apa saja yang penting kerja”. Kita akan lebih produktif misalnya, mencari tahu kepada penerbit/toko buku yang sukses dalam usahanya, bahkan mungkin kita perlu masuk dalam barisan toko buku itu untuk mengetahui core business strategicnya, sehingga di kemudian hari kita bisa lebih mengembangkannya lagi.</p>
<p>Bila sejak awal kita ingin mengembangkan karir dengan menjadi pegawai/karyawan/staff di perusahaan, atau institusi lainnya, maka pelatihan yang lebih bermanfaat untuk kita ikuti adalah bagaimana menembus dunia kerja, menulis resume secara efektif, memenangkan wawancara atau menghadapi tes masuk calon karyawan, dibandingkan ikut pelatihan jurnalistik atau entrepreneurship.</p>
<p>Perencanaan karir membuat kita dapat melihat secara lebih jelas lagi mengenai sumber penghasilan bagi kebutuhan hidup kita. Karir berbeda dengan perkerjaan, karir bisa berupa pekerjaan tetapi pekerjaan belum tentu sebuah karir. Begini ceritanya, dalam kamus Poerwadarminta makna karir sebenarnya adalah ”kemajuan dalam kehidupan; perkembangan dan kemajuan dalam pekerjaan, jabatan, dan sebagainya”. Sementara pekerjaan dimaknai sebagai ”kegiatan-kegiatan untuk mencari nafkah”. Jadi, ”karir” adalah pekerjaan juga, tetapi bukan sembarang pekerjaan. Suatu pekerjaan yang dilakukan untuk mencari nafkah disebut sebagai ”karir” hanya apabila ia memberikan peluang untuk maju dan berkembang. Kebayang bedanya? Misalnya, kalau pekerjaannya menjadi penjaga pintu tol? Atau petugas administrasi? Resepsionis? Itu pekerjaan atau karir yah?</p>
<p>Kita tentunya tidak ingin hanya sekedar ”bekerja” saja dan mendapat penghasilan, lebih dari itu disamping kita memiliki misi besar untuk mengkondisikan lingkungan kita untuk terwarnai dengan nilai-nilai Islam. Hal ini semakin mengharuskan kita untuk berpikir dan merencanakan tentang karir ketimbang sekedar bekerja. Kecuali jika memang sejak awal, kita sudah memutuskan untuk ”yang penting kerja!” ya sudah. Anda akan melewatkan begitu banyak kesenangan dan kenikmatan dalm mengeksplorasi dan mengelaborasi diri dalam berbagai potensi yang Allah telah berikan kepada kita. Akhirnya, kita sulit untuk menjadikan diri kita sebagai penentu dalam pekerejaan kita, kita sulit mengarahkan apalagi mengembangkan apa yang kita lakukan, karena kita tidak mempunyai peta dari perjalanan karir kita, yang mungkin juga perjalanan hidup kita.</p>
<p><strong>Jadi, apa sih ”makhluk” perencanaan karir itu?</strong><br />
Perencanaan karir adalah sebuah aktivitas yang dilakukan secara terarah dan terfokus dengan berdasarkan pada potensi (minat/bakat/kemampuan/keyakinan/nilai-nilai) yang kita miliki untuk mendapatkan sumber penghasilan yang memungkinkan kita untuk maju dan berkembang baik secara kualitas (hidup) maupun kuantitas (gaji/jabatan dan tanggung jawab yang kita dapatkan). Huuh.. nangkep khan?</p>
<p>Secara global perencanaan karir itu terdiri dari 8 langkah, yaitu:</p>
<p>1. Mengembangkan rencana karir. Pikirkanlah mengenai apa yang akan kita lakukan dan langkah-langkah strategis apa yang dibutuhkan untuk melakukan hal-hal yang kita inginkan.</p>
<p>2. Tinjaulah kemampuan serta minat yang kita miliki. Pikirkan secara serius dan mendalam hal-hal yang kita sukai, mampu kita kerjakan dengan baik, kepribadian yang kita miliki serta nilai-nilai yang kita yakini kebenarannya.</p>
<p>3. Cobalah mencari tahu jenis-jenis karir/pekerjaan yang mendekati dengan diri kita, ya itu tadi, kemampuan serta minat yang kita miliki, latar belakang pendidikan kita, gaji yang kita harapkan, kondisi kerja yang kita inginkan serta hal-hal lain yang akan memberikan kejelasan arah dan fokus karir/pekerjaan kita.</p>
<p>4. Selanjutnya, bandingkanlah keterampilan dan minat yang kita miliki dengan jenis karir/pekerjaan yang telah kita pilih. Jadi, karir/pekerjaan yang paling sesuai dan dekat dengan diri kita sangat mungkin menjadi karir/pekerjaan bagi kita.</p>
<p>5. Kembangkanlah tujuan karir/ pekerjaan yang kita pilih. Hal ini akan menjadi panduan yang sangat penting bagi kita untuk menyusun langkah-langkah taktis selanjutnya.</p>
<p>6.	Ikutilah pendidikan atau pelatihan yang mendekatkan kita dengan tujuan karir/perkerjaan yang telah kita buat.</p>
<p>7. Hal penting yang tidak boleh dilewatkan adalah masalah keuangan. Kita mungkin akan berpikir mengenai sumber-sumber dan besarnya uang yang kita butuhkan untuk mewujudkan karir kita.</p>
<p>8. Cobalah minta nasehat dari beberapa sumber yang anda yakini dapat membantu anda memberikan penjelasan dan arahan megenai karir/pekerjaan pilihan anda.</p>
<p>Gimana, kebayang kan perjalanan perencanaan karir kita? So&#8230;? Kalau kita yakin bahwa perencanaan karir kita ini lebih banyak manfaatnya daripada mudharatnya, do it now! Memang, orang yang memiliki perencanaan karir belum dapat dipastikan akan memperoleh apa yang dia inginkan, tapi sudah dapat dipastikan bahwa orang yang tidak memiliki perencanaan karir tidak akan mendapatkan apa-apa. []</p>
<p>Oleh : Didit Rahardi, S.Psi.<br />
Lembaga Pengembangan SDM Insanika<br />
Sumber : Majalah Al Izzah<br />
By : Jundullah</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/istanahati.wordpress.com/23/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/istanahati.wordpress.com/23/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/istanahati.wordpress.com/23/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/istanahati.wordpress.com/23/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/istanahati.wordpress.com/23/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/istanahati.wordpress.com/23/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/istanahati.wordpress.com/23/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/istanahati.wordpress.com/23/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/istanahati.wordpress.com/23/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/istanahati.wordpress.com/23/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/istanahati.wordpress.com/23/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/istanahati.wordpress.com/23/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/istanahati.wordpress.com/23/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/istanahati.wordpress.com/23/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/istanahati.wordpress.com/23/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/istanahati.wordpress.com/23/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=istanahati.wordpress.com&amp;blog=650094&amp;post=23&amp;subd=istanahati&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://istanahati.wordpress.com/2007/08/05/perencanaan-karir-aktivis-dakwah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/d6e7bf7be95b4e8bd22430594add117e?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">andhik</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Nilai Kasih Ibu&#8230; (Tak Sanggup Ku Membalas)</title>
		<link>http://istanahati.wordpress.com/2007/08/04/nilai-kasih-ibu-tak-sanggup-ku-membalas/</link>
		<comments>http://istanahati.wordpress.com/2007/08/04/nilai-kasih-ibu-tak-sanggup-ku-membalas/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 04 Aug 2007 02:35:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>A.D. Laksana</dc:creator>
				<category><![CDATA[Renungan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://istanahati.wordpress.com/2007/08/04/nilai-kasih-ibu-tak-sanggup-ku-membalas/</guid>
		<description><![CDATA[Ini adalah mengenai nilai kasih ibu dari seorang anak yang mendapatkan ibunya sedang sibuk menyediakan makan malam di dapur. Kemudian dia menghulurkan sekeping kertas yang bertulis sesuatu. Si ibu segera membersihkan tangan dan lalu menerima kertas yang dihulurkan oleh si anak dan membacanya. Ongkos upah membantu ibu: 1) Membantu Pergi Ke Warung: Rp20.000 2) Menjaga [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=istanahati.wordpress.com&amp;blog=650094&amp;post=18&amp;subd=istanahati&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<pre><tt>Ini adalah mengenai nilai kasih ibu dari seorang anak
yang mendapatkan ibunya sedang sibuk menyediakan makan
malam di dapur. Kemudian dia menghulurkan sekeping
kertas yang bertulis sesuatu. Si ibu segera
membersihkan tangan dan lalu menerima kertas yang
dihulurkan oleh si anak dan membacanya.

Ongkos upah membantu ibu:
1) Membantu Pergi Ke Warung: Rp20.000
2) Menjaga adik Rp20.000
3) Membuang sampah Rp5.000
4) Membereskan Tempat Tidur Rp10.000
5) menyiram bunga Rp15.000
6) Menyapu Halaman Rp15.000
Jumlah : Rp85.000

Selesai membaca, si ibu tersenyum memandang si anak
yang raut mukanya berbinar-binar. Si ibu mengambil
pena dan menulis sesuatu dibelakang kertas yang sama.

1) OngKos mengandungmu selama 9 bulan-GRATIS
2) OngKos berjaga malam karena menjagamu -GRATIS
3) OngKos air mata yang menetes karenamu-GRATIS
4) OngKos Khawatir kerana selalu memikirkan keadaanmu-
GRATIS
5) OngKos menyediakan makan minum, pakaian dan
keperluanmu - GRATIS
Jumlah Keseluruhan Nilai Kasihku - GRATIS

Air mata si anak berlinang setelah membaca.
Si anak menatap wajah ibu, memeluknya dan berkata,
"Aku Sayang Ibu".</tt></pre>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/istanahati.wordpress.com/18/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/istanahati.wordpress.com/18/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/istanahati.wordpress.com/18/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/istanahati.wordpress.com/18/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/istanahati.wordpress.com/18/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/istanahati.wordpress.com/18/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/istanahati.wordpress.com/18/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/istanahati.wordpress.com/18/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/istanahati.wordpress.com/18/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/istanahati.wordpress.com/18/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/istanahati.wordpress.com/18/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/istanahati.wordpress.com/18/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/istanahati.wordpress.com/18/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/istanahati.wordpress.com/18/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/istanahati.wordpress.com/18/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/istanahati.wordpress.com/18/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=istanahati.wordpress.com&amp;blog=650094&amp;post=18&amp;subd=istanahati&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://istanahati.wordpress.com/2007/08/04/nilai-kasih-ibu-tak-sanggup-ku-membalas/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/d6e7bf7be95b4e8bd22430594add117e?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">andhik</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Pengamen Langganan</title>
		<link>http://istanahati.wordpress.com/2007/08/03/pengamen-langganan/</link>
		<comments>http://istanahati.wordpress.com/2007/08/03/pengamen-langganan/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 03 Aug 2007 08:13:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>A.D. Laksana</dc:creator>
				<category><![CDATA[Renungan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://istanahati.wordpress.com/2007/08/03/pengamen-langganan/</guid>
		<description><![CDATA[Kalau ada Pengamen, berapa yang biasanya Anda beri..???? seratus..?? dua ratus…??? Lima ratus..?? Atau berapa..??? Ada banyak pengamen yang pernah saya temui, atau lebih tepatnya, saya temukan. Banyak hal, mulai dari yang berkeliaran antar-antar rumah, dari yang sekedar tepuk tangan, ecek-ecek, pakai gitar, harmonika, atau bergroup dipadu antara gitar, ecek-ecek, dan sesekali dengan gallon aqua [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=istanahati.wordpress.com&amp;blog=650094&amp;post=16&amp;subd=istanahati&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Kalau ada Pengamen, berapa yang biasanya Anda beri..???? seratus..??<br />
dua ratus…??? Lima ratus..?? Atau berapa..???</p>
<p>Ada banyak pengamen yang pernah saya temui, atau lebih tepatnya, saya<br />
temukan. Banyak hal, mulai dari  yang berkeliaran antar-antar rumah,<br />
dari yang sekedar tepuk tangan, ecek-ecek, pakai gitar, harmonika,<br />
atau bergroup dipadu antara gitar, ecek-ecek, dan sesekali dengan<br />
gallon aqua kosong. Ada pula yang memakai tape deck, dan sesekali<br />
dipadu dengan aksi jogetan,  atau terkadang yang lebih parah lagi,<br />
dengan berdandan <span style="border-bottom:1px dashed #0066cc;cursor:pointer;height:1em;">ala</span> banci, naudzubillah. ..</p>
<p>Dari sekian itu, tentulah terlepas dari alat musik yang digunakan,<br />
ataupun cara yang digunakan, banyak pengamen yang memiliki karakter<br />
yang berbeda pula. Salah satunya adalah yang akan saya ceritakan kali<br />
ini.</p>
<p>Keluarga kami memang tidak tahu namanya, namun setidaknya Ada banyak<br />
hal yang saya amati dari pengamen satu ini. Kemeja lengan panjang,<br />
dipadu dengan sebuah topi yang bertengger dikepalanya menjadi semacam<br />
seragam baginya. Kulitnya yang coklat gelap dan wajahnya yang khas<br />
dengan gigi yang agak menonjol ke depan menjadi ciri khas yang mudah<br />
dikenali dari orang ini.Celana jeans nya dan sebuah sepatu kulit,<br />
membuat orang ini lebih mudah disebut sebagai seorang mandor daripada<br />
seorang pengamen. Barangkali hanya sebuah gitar tua ditangannya yang<br />
menunjukkan bahwa orang ini adalah seorang musisi jalanan.</p>
<p>Tapi bukan penampilannya yang menarik perhatian kami sekeluarga. Namun<br />
kebiasaan dari pengamen satu ini. Pengamen ini hampir bisa dipastikan<br />
selalu mengunjungi rumah kami setiap pekannya. Setidaknya di hari<br />
minggu pagi, setelah kami sekeluarga biasa pulang dari pengajian.</p>
<p>Ada hal unik yang menurut saya membedakannya dengan pengamen sejenis<br />
yang kadang juga rutin ke rumah kami di akhir pekan. Adalah jika<br />
pengamen lain langsung ngeloyor pergi setelah kami beri uang, maka<br />
pengamen satu ini tidak. Bukan, bukan masalah ‘bonus’ ucapan terima<br />
kasih darinya, karena saya rasa pengamen lain juga banyak yang<br />
melakukan hal itu.</p>
<p>Namun bukan itu, ada hal unik jika kami memberi pengamen ini uang<br />
lebih, 1000 misalnya, Pengamen ini masih terus melanjutkan lagunya<br />
hingga selesai. Serius..!!! Sampai selesai..!!! bahkan terkadang kami<br />
sekeluarga jadi khawatir tetangga kami berpikir yang bukan-bukan, “Kok<br />
ngamennya lama banget..?? apa nggak dikasih uang ya..??”, padahal lho<br />
sudah kami kasih uang. Tapi yah mau bagaimana lagi, memang begitu<br />
itu&#8230; musisi jalanan ini tetap melanjutkan lagunya&#8230;</p>
<p>Jadilah ia menjadi semacam pengamen langganan bagi kami sekeluarga.<br />
Maka setiap pekannya, hampir bisa dipastikan selalu kami sisihkan<br />
beberapa untuk pengamen itu. Karena tahu kebiasaannya, maka tak<br />
jarang kami langsung memberinya uang di awal-awal, melepaskan sebuah<br />
senyum setelah itu ngeloyor masuk. Dan gitar pengamen itu tetap<br />
melantunkan denting-denting melodi lagu-lagu khas zaman perjuangan.<br />
Ketika ia sudah selesai, tak lupa ia tetap mengucapkan terima kasih<br />
.Padahal kami sekeluarga sudah tidak kelihatan batang hidungnya,<br />
sibuk di dalam rumah, sebuah hal yang sungguh unik bagi kami.</p>
<p>Melihat peristiwa ini, terbayang di benakku, perkataan ayah ketika aku<br />
masih kecil dulu, “Memangnya pengamen hanya berhak dikasih ratusan<br />
doang..??”, aku hanya bisa diam dan mengangguk membenarkan, Ayahku<br />
melanjutkan, “kalau kamu dikasih seratusan, sama seribuan, lebih<br />
senang mana..??, ribuan kan&#8230;??? nah begitulah kamu kalau harus<br />
memberi&#8230;.” begitulah ucapan ayah yang masih terus berada di benakku<br />
hingga sekarang.</p>
<p>Pernah juga, aku mencoba hal ini, dalam sebuah perjalanan pulang ke<br />
Ponorogo, bus sempat terhenti di terminal Madiun. Seorang bocah kecil<br />
berkaus oblong naik, tak lama terdengar ia mengamen lepas sekenanya<br />
dengan suara khas bocah kecil. Saat itu ia hanya menggunakan<br />
ecek-ecek dari tutup botol. Teringat perkataan Ayah, <span style="border-bottom:1px dashed #0066cc;cursor:pointer;height:1em;">segera</span> kuambil<br />
uang dari sakuku, dan kali ini, selembar limaribuan kuletakkan<br />
ditangannya. Namun tanpa diduga, bocah itu berhenti sebentar<br />
lantas&#8230;. “Makasih mas..!!” ucap bocah kecil itu dengan  keras&#8230;.<br />
Hal itu kontan membuat seluruh isi bus menoleh ke arah kami, tak<br />
terkecuali kakakku dan ibuku. Aku jadi tidak enak, tapi tak urung aku<br />
hanya tersenyum juga.</p>
<p>Ya, memberi lebih, meski hanya seulas senyum atau ucapan terima kasih,<br />
adalah sebuah budaya yang jarang kita temukan dewasa ini. Dan pengamen<br />
tersebut sebenarnya secara tidak langsung telah memberikan pelajaran<br />
berharga bagi kami, bahwa ketika ada orang yang berbuat baik kepada<br />
kita, maka terima kasih mungkin tiadalah cukup, namun berikanlah<br />
suatu hal yang terbaik bagi orang tadi. Ya, memberi lebih adalah<br />
bagian sebuah profesionalitas, dan pengamen tersebut menunjukkan<br />
profesionalismenya kepada kami.</p>
<p>Dalam perjalanan pulang,<br />
ketika lama tak bertemu pengamen semacam mereka.</p>
<p>Toni Tegar Sahidi (20th)<br />
Mahasiswa Ilmu Komputer,<br />
FMIPA – Unibraw</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/istanahati.wordpress.com/16/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/istanahati.wordpress.com/16/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/istanahati.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/istanahati.wordpress.com/16/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/istanahati.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/istanahati.wordpress.com/16/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/istanahati.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/istanahati.wordpress.com/16/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/istanahati.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/istanahati.wordpress.com/16/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/istanahati.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/istanahati.wordpress.com/16/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/istanahati.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/istanahati.wordpress.com/16/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/istanahati.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/istanahati.wordpress.com/16/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=istanahati.wordpress.com&amp;blog=650094&amp;post=16&amp;subd=istanahati&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://istanahati.wordpress.com/2007/08/03/pengamen-langganan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/d6e7bf7be95b4e8bd22430594add117e?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">andhik</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Sepuluh adalah dua belas</title>
		<link>http://istanahati.wordpress.com/2007/08/03/sepuluh-adalah-dua-belas/</link>
		<comments>http://istanahati.wordpress.com/2007/08/03/sepuluh-adalah-dua-belas/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 03 Aug 2007 08:02:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator>A.D. Laksana</dc:creator>
				<category><![CDATA[Renungan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://istanahati.wordpress.com/2007/08/03/sepuluh-adalah-dua-belas/</guid>
		<description><![CDATA[“Matematika di sekolah tidak akan bisa menjelaskan tentang nilai dan harga sebuah kebaikan” (anonim). Ada banyak profesi yang sebenarnya bagus, namun jika ditilik lebih lanjut, bagus tidaknya sebuah profesi ternyata tidak hanya tergantung pada apa profesinya, tapi juga siapa yang menjalankannya. Seperti halnya pengamen langganan keluarga kami yang sudah pernah saya ceritakan, demikian pula dengan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=istanahati.wordpress.com&amp;blog=650094&amp;post=15&amp;subd=istanahati&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>“Matematika di sekolah tidak akan bisa menjelaskan tentang nilai dan<br />
harga sebuah kebaikan” (anonim).</p>
<p>Ada banyak profesi yang sebenarnya bagus, namun jika ditilik lebih<br />
lanjut, bagus tidaknya sebuah profesi ternyata tidak hanya tergantung<br />
pada apa profesinya, tapi juga siapa yang menjalankannya. Seperti<br />
halnya pengamen langganan keluarga kami yang sudah pernah saya<br />
ceritakan, demikian pula  dengan penjual sate gule kambing ini.</p>
<p>Namanya pak Kandar, ia memiliki sebuah warung di dekat perempatan<br />
jalan, dekat sebuah pabrik es dan pos polisi. Barangkali, namanya di<br />
kota kami memang kalah tenar dengan penjual sate gule kambing lain<br />
yang lebih senior, namun tak bisa dipungkiri bahwa sebenarnya<br />
kualitas sate gule kambing Pak Kandar bisa saya katakan lebih<br />
daripada yang lainnya. Hal ini terbukti bahwa tak sampai sore,<br />
biasanya sate-nya sudah habis terjual. Jadi jangan heran, jika<br />
selepas ashar anda akan sulit menemukan warung ini masih buka.<br />
Mungkin karena tempatnya yang agak di pinggir kota membuat nama Pak<br />
Kandar tidak terlalu dikenal.</p>
<p>Salah satu keunikan dari warung pak kandar ini adalah ia tidak<br />
menggunakan kipas tangan seperti halnya tukang sate kebanyakan, ia<br />
menggunakan kipas angin. Aku jadi tersenyum sendiri dengan hal ini.<br />
“Pinter juga orang ini, nggak perlu capek-capek kipas-kipas”, pikirku<br />
dalam hati. Namun keunikannya tak berhenti sampai disitu.</p>
<p>Pada mulanya aku berpikir bahwa orang ini tentulah melakukan<br />
kesalahan. Kami hanya pesan sate per piring 10 tusuk, tapi yang ada<br />
dihadapan kami ternyata 12 tusuk. <span style="border-bottom:1px dashed #0066cc;cursor:pointer;height:1em;">Coba</span> kuhitung lagi, dan memang dua<br />
belas tusuk&#8230;!! Masih kurang yakin, coba kuhitung juga sate yang ada<br />
di piring ibuku, dan ternyata memang sama, dua belas tusuk&#8230;!! punya<br />
ayahku pun juga sama, dua belas tusuk.</p>
<p>“Kok dua belas, bu..??!!”, tanyaku pada ibuku.<br />
“Kalau disini memang begitu, kalau beli sepuluh, kita dapatnya dua<br />
belas tusuk&#8230;”<br />
“kok bisa begitu ya..??”, tanyaku lepas.<br />
Namun tak urung aku diam juga. Toh dua belas tusuk sate di hadapanku<br />
ini justru membuatku kian girang. Memang siapa sih yang nggak senang<br />
kalau dikasih bonus&#8230;??</p>
<p>Pak Kandar adalah satu diantara sekian pedagang yang mampu memberi<br />
lebih. Dan sebenarnya masih banyak contoh yang lain. Seperti juga<br />
seorang penjuah buah segar di gerbang belakang kampus saya di<br />
brawijaya. Terkadang jika sedang ingin-inginnya, maka tak lupa<br />
kusempatkan untuk membeli buah dari orang ini. Lumayan, seribu perak<br />
dapat 3 potong buah. Yah sekedar pemenuhan gizi, pikirku.</p>
<p>Namun hal unik yang seringkali saya temui, adalah jika di sore hari,<br />
selepas Ashar misalnya, setiap saya membeli buah dari orang ini, tak<br />
lupa ia memberi tambahan.<br />
“Tunggu mas, tak kasih bonus..!!”, ucapnya seraya memasukkan tambahan<br />
2 potong buah ke dalam tas kresekku. “Lumayan&#8230; “pikirku. Jadilah<br />
jika tidak dalam keadaan terpaksa, sekedar menyiasati aku pun membeli<br />
buah hanya tiap sore saja. He&#8230;he..he sekedar mencari bonus.</p>
<p>Ya, masih banyak contoh-contoh lain disekitar kita, yang barangkali<br />
kita perlu belajar banyak hal tentang hal ini. Sebuah pelajaran<br />
dimana, barangkali, banyak orang yang memilih untuk menge-pas-kan<br />
bahkan mengurangi timbangan mereka, atau demi keuntungan yang<br />
maksimal, namun orang-orang semacam Pak Kandar dan penjual buah tadi<br />
memilih untuk melakukan yang sebaliknya. Mereka memberi lebih. Dan<br />
itu tentu menyenangkan para pelanggannya. Mereka tak hanya menjual<br />
produk, tapi juga memberi pelayanan.</p>
<p>Anis Matta mengatakan, bahwa orang-orang yang mampu memberi dan<br />
berkorban lebih, sebenarnya mereka adalah orang yang tidak terikat<br />
akan dunia. Ya, dunia, baginya seperti sebuah falsafah orang jawa,<br />
“<em>urip mung mampir ngombe</em>” (hidup hanya mampir untuk minum). Ada<br />
banyak alasan kita memberi lebih. Ada yang karena ingin dipuji, ingin<br />
mendapatkan image yang bagus, atau juga hal yang patut kita<br />
perhitungkan, kejujuran. Seperti saya pernah membaca sebuah cerita<br />
tentang seorang pedagang buah, yang jika seseorang membeli selusin,<br />
maka ia selalu menambah dengan satu buah lagi. Ya, baginya selusin<br />
adalah tiga belas. Ia beralasan bahwa ia khawatir jika diantara ke<br />
dua belas buah yang dijualnya tadi, mungkin terdapat satu atau dua<br />
yang rusak atau tidak layak.</p>
<p>Namun bagaimanapun juga, memberi lebih tak harus lewat barang. Seperti<br />
seorang teman di rohis SMA ku dulu. Sebut saja Anang namanya, setiap<br />
ia ku mintai tolong untuk mengantarkanku pulang ke ujung jalan, eh<br />
Dia justru mengantarkan aku pulang ke rumah yang tidak searah dengan<br />
tujuan dia. Padahal rencana semula saya ingin naik kendaraan umum<br />
saja, namun apa mau dikata.. memang begitu..!!</p>
<p>Ngomong-ngomong, saya jadi ingat akan sebuah pepatah.<br />
&#8212;&#8212;- “<strong>The more you give, The more you get..!!</strong>”,<br />
apa benar begitu ya..?? wallahu alam.</p>
<p>Ponorogo, ketika pulang ke rumah.</p>
<p>Toni Tegar Sahidi (20th)<br />
Mahasiswa Ilmu Komputer,<br />
FMIPA – Unibraw</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/istanahati.wordpress.com/15/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/istanahati.wordpress.com/15/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/istanahati.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/istanahati.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/istanahati.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/istanahati.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/istanahati.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/istanahati.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/istanahati.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/istanahati.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/istanahati.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/istanahati.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/istanahati.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/istanahati.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/istanahati.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/istanahati.wordpress.com/15/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=istanahati.wordpress.com&amp;blog=650094&amp;post=15&amp;subd=istanahati&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://istanahati.wordpress.com/2007/08/03/sepuluh-adalah-dua-belas/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/d6e7bf7be95b4e8bd22430594add117e?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">andhik</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
